Profil Singkat 3 Pemenang Nobel Fisika 2021

pemenang nobel fisika 2021

Keterangan gambar 3 ilmuwan Pemenang Nobel Fisika 2021: Syukuro Manabe, Klaus Hasselmann dan Giorgio Parisi (dari kiri ke kanan). 

Empat pekan sebelum kondferensi perubahan iklim PBB (COP26) di Glasgow di bulan November lalu, pada 5 Oktober ada peristiwa penting dalam dunia ilmiah yaitu Penghargaan Nobel Fisika 2021. Pada konferensi pers di Royal Academy of Sciences, Stockholm, Swedia, 3 fisikawan dunia dinobatkan sebegai pemenang nobel fisika 2021.

Hal penting dari ketiga fisikawan yang tinggal di belahan Bumi berbeda, sehingga perlu dituliskan di enviro-pedia ini, adalah penelitian akumulatif selama puluhan tahun mereka yang berkaian dengan perubahan iklim.  Ketiganya adalah Syukuro Manabe, Klaus Hasselmann, dan Giorgio Parisi. Ketiganya menjadi bagian dari 218 fisikawan yang meraih nobel fisika sejak 1901.

Syukuro Manabe, 90 tahun

Sejak tahun 1960 Syukuro Manabe telah melakukan kerja ilmiah dalam bidang meteorologi di Universitas Princeton, New Jersey, AS.  Hasil penelitiannya menyimpulkan bahwa peningkatan kadar CO2 di atmosfer memberikan peningkatan suhu di permukaan Bumi.  Kerja ilmiah terus dilakukan dalam pengembangan model fisik iklim.

Syukuro Manabe menjadi ilmuwan iklim yang memulai melakukan pemodelan komputer dalam penelitian gas rumah kaca seperti CO2 dalam hubungan perubahan struktur termal atmosfer Bumi.

Klaus Hasselman, 89 tahun

Sepuluh tahun sejak Syukuro Manabe memperlihatkan hubungan antara CO2 dengan peningkatan suhu atmosfer Bumi, Institut Meteorologi Max Planck di Hamburg, yaitu Klaus Hasselmann, menciptakan model yang menghubungkan antara cuaca dan iklim. Pemodelannya ini mampu menjelaskan mengapapemodelan iklim bisa diandalkan meskipun saat yang sama cuaca berubah-ubah dan kacau.

Metode yang dikembangkan oleh Pendiri Global Climate Forum ini mampu mengidentifikasi perbedaan antara fenomena alam dan aktifitas manusia yang mempengaruhi iklim global. Metodenyamembuktikan bahwa emisi CO2 akibat aktifitas manusia berdampak pada peningkatan suhu di atmosfer.

Giorgio Parisi

Di tempat berbeda, dari Universitas Sapienze Roma, Italia, Giorgio Parisi mengembangkan teori umum sistem kompleks. Teorinya dibangun dari pola-pola tersembungi dalam materi kompleks yang tidak teratur. Sistem komples yang dibangun Giorgio Parisi mencakup bidang yang sangat luas dari matematika, ilmu safar, biologi dan machine learning.

Jumlah karya ilmiah Giorgio Parisi lebih dari 500 papers yang mencakup ilmu komputer, sistem tidak teratur dan teori string. Sebagai ilmuwan teoritis dan cakupan bidang ilmiahnya, karya Giorgio Parisi seolah tidak berhubungan langsung dengan iklim. Namun, mempelajari iklim yang merupakan sistem yang kompleks, kerja teoritis Giorgio Parisi berkontribusi besar di dalam memahami iklim. Kerja ilmiahnya mampu menjeskan interaksi ketidaeraturan dan fluktuasi sistem fisika dari skala atom hingga skala yang jauh lebih besar seperti planet.

Gerak awan dan sistem kompleks
Pembentukan dan perubahan awan seolah tidak teratur dan acak. Penelitian Giorgio Parisi menjelaskan keteraturan dari sistem kompleks yang acak ini. Photo: Awan di sekitar Merapi dan Merbabu.

Epilog

Hadiah nobel fisika untuk ketika ilmuwan di atas menjadi peristiwa penting di tengah dunia yang dilanda ketakutan dari dampak perubahan iklim. Juga, di tengah debat berkepanjangan yang menyangsikan bahwa pemanasan global termasuk perubahan iklim benar terjadi.

Bukti ilmiah yang diperkuat dengan penjelasan teoritis dari penemuan terbaru ilmu pengeteahuan menjadi bukti sahih adanya perubahan iklim berikut dampaknya. Penghargaan untuk Syukuro Manabe dan Klaus Hasselmann untuk pemodelan fisikalis iklim bumi, kemampuan memprediksi pemanasan global dan mengukur variabilitas iklim bumi tersebut secara andal. Dibalik karya bidang fisika yang tentunya sangat rumit, pemodelan iklim menjadi bahasa yang sederhana untuk dipahami masyarakat global.

Pada ketiga fisikawan di atas, sudah sepatutnya kita menaruh hormat. Pertanyaan yang harus dijawab bersama adalah  apa yang kemudian harus dilakukan untuk mengatasi perubahan iklim?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *