Solusi Sederhana Atasi Pencemaran Lingkungan

pencemaran sungai

Artikel di bawah ini adalah arsip ketika saya diundang untuk memberikan materi on air di Radio Mahardika FM Bondowoso. Diskusi lingkungan yang berlangsung sekitar 1 jam, memberikan pelajaran bahwa informasi masalah lingkungan yang benar ternyata amat dibutuhkan masyarakat. Dialog difokuskan pada masalah sumber pencemaran lingkungan dan solusi mengatasi pencemaran lingkungan.

Pertumbuhan penduduk mengakibatkan aktifitas ekonomi meningkat yang memiliki dampak pada resiko pencemaran dan kerusakan lingkungan.  Kerusakan lingkungan tersebut mengubah fungsi dan struktur dasar ekosistem pendukung kehidupan. Pada akhirnya, manusia akan mendapatkan dampak buruk dari kerusakan lingkungan mulai dari serangan penyakit, penurunan tingkat ekonomi, bencana alam bahkan kematian.

Pencemaran Lingkungan

Apa sih arti dari pencemaran lingkungan hidup ? Pencemaran lingkungan hidup adalah masuknya atau dimasukkannya makhluk hidup, zat, energi dan atau komponen lain ke dalam lingkungan hidup oleh kegiatan manusia sehingga kualitasnya turun sampai tingkat tertentu yang menyebabkan lingkungan tidak dapat berfungsi sesuai peruntukkannya.

Pencemaran dikategorikan menjadi : pencemaran tanah, pencemaran udara dan pencemaran air. Sekarang kita lihat penjelasan lebih detailnya.

1. Pencemaran Tanah

Pencemaran tanah terjadi ketika limbah masuk ke dalam tanah sehingga fungsi tanah mengalami penurunan menjadi keras dan tidak subur  dan tidak mampu lagi mendukung aktifitas manusia. Bisa dibayangkan jika tanah mengalami kerusakan maka tanah tidak lagi produktif dimana hasil pertanian akan mengalami penurunan dari tahun ke tahun.

Pencemaran tanah berasal dari limbah domestik seperti hasil buangan dapur, limbah industri yang belum diolah dan penggunaan pupuk kimia buatan yang berlebihan.

2. Pencemaran air

Pencemaran air terjadi ketika limbah masuk ke dalam air sehingga kualitas air menurun. Air menjadi tidak layak lagi untuk dikonsumsi.  Sumber limbah tersebut berasal dari limbah domestik dan limbah industri serta pertanian yang tidak mengalami pengolahan lebih dahulu.

Limbah Domestik

Limbah domestik berasal dari aktifitas rumah tangga. Limbah domestik merupakan sumber pencemar air terbesar. Seiring pertambahan jumlah penduduk, maka makin besar pula jumlah limbah domestik. Limbah domestik dapat berupa padatan dan cairan, baik yang mudah terurai maupun yang sulit terurai. Bahkan limbah domestik dapat berupa bahan beracun berbahaya (B3).

Limbah Lalu Lintas

Limbah lalu lintas berasal dari tumpahan bahan bakar kendaraan dan minyak pelumas yang mengenai badan air atau air. Tumpahan minyak mentah di laut adalah contoh nyata dari pencemaran akibat kendaraan.

Limbah Pertanian

Limbah pertanian berasal dari pemupukan, pestisida dan herbisida yang berlebihan. Pestisida dan herbisida ini tidak mudah terurai sehingga akan mengendap di dasar tanah, di sungai, di danau bahkan di laut dan merusak organisme yang hidup di air. Pupuk buatan mengakibatkan eutrofikasi pada badan air atau perairan terbuka.

Persoalan pertanian yang berkaitan dengan penyediaan air, bisa Anda baca lebih lanjut di Permasalahan Kali Sampean dan Upaya yang harus dilakukan untuk menjaganya.

Solusi Mengatasi Pencemaran Air

Setelah kita tahu sumber – sumber pencemaran air di atas, lantas apa yang harus dilakukan untuk menjaga kelestarian kualitas dan kuantitas sumber daya air.

Langkah utama yang dilakukan adalah melibatkan peran serta masyarakat untuk tidak membuang sampah di badan air atau sungai, tidak menjadikan sungai sebagai tempat untuk mandi – cuci – kakus baik untuk manusia maupun hewat ternak, membuat kolam pengelolaan limbah baik padat maupun cair sebelum dialirkan ke sungai. Pembuatan tempat pengolahan limbah juga harus dilakukan oleh industri. Pasalnya, limbah yang berasal dari industri, seringkali mengandung bahan beracun berbahaya.

Untuk menyukseskan hal itu, pemerintah harus terus menerus memantau dan memberikan bantuan serta hukuman bagi para pelanggar.

Pencemaran Udara

Pencemaran udara terjadi ketika limbah masuk ke dalam udara sehingga kualitas dan kuantitas udara berubah sehingga tidak kondusif lagi bagi kehidupan. Sumber limbah berupa debu dan asap yang berasal dari aktifitas manusia,  kendaraan bermotor, kebakaran dan industri.

Pencemaran udara memiliki dampak yang amat vital yang mengakibatkan penurunan kualitas kesehatan manusia, munculnya berbagai penyakit berkaitan dengan pernafasan dan kulit, memunculkan hujan asam serta memicu pemanasan global. Baca juga: Upaya pencegahan pemanasan global.

Pencemaran udara dapat dikendalikan dengan melakukan langkah – langkah berikut ini :

• Penggunaan bahan bakar yang  ramah lingkungan dan teknologi mesin transportasi yang efisien
• Penggunaan  alat dust collector untuk menangkap debu yang keluar dari cerobong pabrik.
• Menggalakkan penanaman tumbuhan yang mampu menyerap dan mengkonversi zat pencemar udara.

Menanamkan Kepedulian Lingkungan Sejak Dini

Berikut kisah pribadi di dalam keluarga saya.

Semua orangtua, khususnya ibu pasti ingin menanamkan kebiasaan-kebiasaan baik pada putra-putrinya. Segala cara ditempuh agar sang buah hati memiliki sebanyak mungkin kebiasaan baik. Mulai dengan memberi contoh, mengajarkannya dengan tutur kata yang lembut, memberi reward saat anak menunjukkan perilaku baik dan masih banyak lagi.

Begitu pula dengan saya. Sejak di dalam kandungan, rasanya sudah mulai “proyek” menanamkan kebiasaan baik. Misalnya mengajak janin bercakap-cakap dengan bahasa yang baik dan lembut. Saat mereka lahir, lalu bertumbuh makin besar, rasanya makin banyak pula kebiasaan baik yang ingin kita kenalkan. Mulai kebiasaan berbicara sopan, bersikap santun, misalnya kebiasaan mengucapkan terimakasih, maaf atau minta tolong. Kebiasaan untuk makan teratur, makan makanan yang sehat juga menjadi pe er.

Sebagai orang yang berkecimpung di dunia lingkungan, saya juga tak ingin melewatkan beberapa kebiasaan baik sehubungan dengan tanggung jawab lingkungan mereka, misalnya tidak terlalu sering menggunakan tisu, hemat menggunakan air, hemat listrik dan juga membuang sampah pada tempatnya.

Kebahagiaan seorang bunda salah satunya adalah ketika ajaran akan kebiasaan baik mulai menempel dan menjadi kebiasaan anak. Bener, melihat anak mulai terbiasa mengucapkan “terimakasih”, itu saja membuat hati bunda ademmm seperti disiram segelas air es.

Saya melihat beberapa hal menakjubkan selama backpacing akhir tahun kemarin. Kerap berada di kendaraan umum, juga di beberapa tempat umum seperti stasiun, menurut saya cukup menjadi semacam ujian bagi anak-anak. Kondisi yang serba terbatas, berdesakan, lelah, menunggu lama menurut saya sebenarnya cukup berat untuk dilalui anak-anak yang belum pernah mengalaminya dan mungkin akan rentan memicu perilaku kurang menyenangkan.

Dan sungguh sebuah kebahagiaan melihat mereka mampu menjalani dengan baik. Bahkan sangat baik dan membanggakan. Semisal ketika melihat Kak Asa berani mengingatkan seorang bapak yang menyerobot antrean. Wah, luar biasa senangnya saya. Atau ketika Dik Rani terlihat mengobrol dengan seorang penumpang, tanpa rasa kagok, dengan bahasa yang santun dan ramah. Duh..duh…ibu mana sih yang nggak melambung?

Kejadian menakjubkan lain adalah ketika kami berada di kereta Sritanjung dari Jogja menuju Jember. Seorang anak kecil melintas di dekat kami, dan terlihat hendak membuang sampah. Melihat sampah tak dibuang dengan benar, si kakak langsung bereaksi. “Jangan dibuang di sana, itu di tempat sampah saja”, kata kakak dengan kata-kata lembut sambil menunjukkan letak tempat sampah. Baca juga: Membangun pendidikan kepekaan lingkungan.

Anak kecil itu langsung manut dan membuangnya ke tempat sampah. “Nah, gitu dong. Pinterrr”, puji si kakak pada anak kecil yang belum dikenalnya itu. Subhanallah Hati saya ademmm banget. Anak sudah bisa menyampaikan hal yang benar sejak usia dini. Harapan saya makin besar mereka makin berperan menyampaikan apa yang benar dengan cara-cara yang baik dan cool.Ngeblog kaya emaknya misalnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Post

error: Content is protected !!