Hepatic Effect Herbisida Clomazone, Dalam Bentuk Bebas Maupun Terikat Dengan Nanopartikel Chitosan-Alginate Pada Berudu Katak

herbisida clomazone pada berudu katak

Penggunaan agrokimia di bidang pertanian sangat kuat dan sebagian besar bisa dilakukan ke perairan. Namun, hanya ada sedikit penelitian yang menilai efek dari xenobiotik ini terhadap amfibi.

Clomazone adalah herbisida yang banyak digunakan di sawah, dimana spesies amfibi hidup. Spesies tersebut mungkin terancam oleh paparan non-target. Sementara, nanopartikel sedang dikembangkan sebagai carrier untuk agrokimia. Nanopartikel semacam itu melepaskan herbisida dalam bentuk yang dianggap lebih efisien dan kurang berbahaya bagi lingkungan.

Tujuan penelitian ini adalah untuk membandingkan efek bahan aktif clomazone secara bebas dan terkait dengan nanopartikel, di hati berudu bullfrog (Lithobates catesbeianus) saat diberikan pada paparan akut selama 96 jam.

Bullfrog (Rana Catesbeiana Shaw). Credit : dunia-perairan.com

Konsentrasi klomazon yang digunakan dalam Penelitian ini (0,5 mg/L) serupa dengan tingkat herbisida ini ditemukan di sawah di Brazil, tempat dilakukannya studi. Dipilih organ hati untuk diamati karena hati adalah organ yang penting secara toksikologi. Evaluasi xenobiotik adalah berdasarkan fungsi hati dalam melakukan biotransformasi senyawa kimia.

Baca juga : Ekokinetika dan farmakokinetika herbisida clomazone

Seratus dua puluh berudu, secara acak dibagi menjadi empat kelompok eksperimen yang diuji  rangkap tiga: I) Kontrol (CT); II) Herbisida Clomazone (CL); III) Clomazone berhubungan dengan chitosanalginate nanopartikel (CLn); IV) Kitosan-alginat nanopartikel (AQ). Berudu dengan massa tubuh antara 1,37 g – 3,95 g (2,24 ± 0,10 g, mean ± SE) digunakan dalam bioassay.

Setiap Kelompok eksperimen memiliki 30 individu terbagi dalam tiga akuarium (N ¼ 10 berudu per akuarium) terdiri dari rangkap tiga per kelompok. Setiap akuarium uji diisi dengan 10 L air dideklorinasi, Selama bioassays, semua aquarium pengujian tetap terkendali, suhu laboratorium (25 ± 1 C), pada cahaya 12:12 h. Pemaparan akut terhadap klomazone dan nanopartikel dilakukan pada sistem statis selama 96 jam. Semua prosedur mengikuti pedoman ASTM (2002). Lihat tabel di bawah ini.

Tabel Analisis Semi Kuantitatif Pada Hati Berudu Katak Yang Dipaparkan Pada Clomazone

Morpho-logical Bio-marker Kontrol ClomazoneNano-partikelClomazone Nano-partikel
Lipidosis in hepatocytes 2424
Eosinophils 2426
Melanomacrophage centres 4666

Catatan : Skor antara 0-6 tergantung pada tingkat dan luasanan dampak.

Pusat melano-makrofag meningkat ukuran atau frekuensinya dalam kondisi tekanan lingkungan dan telah disarankan sebagai biomarker yang dapat diandalkan untuk kualitas air (Agius dan Robert, 2003).

Peningkatan pusat melano-makrofag di semua kelompok yang terpapar, signifikan (P < 0,0001) dibandingkan kelompok kontrol. Hasil penelitian ini telah menunjukkan bahwa paparan dosis subletal dari herbisida dan nanopartikel memicu respon hati (Oliveira et al., 2016).

Meskipun penelitian ini menunjukkan bahwa waktu paparan menyebabkan hepatotoksisitas pada berudu, kita tidak bisa menyimpulkan seberapa besar pengaruhnya mengganggu kesehatan dan perkembangan katak dewasa.  

Hasil penelitian ini menjadi peringatan terhadap efek berbahaya di dosis rendah herbisida clomazone yang ditemukan di ladang pertanian dan juga menunjukkan pentingnya mengevaluasi efek nanopartikel biodegradable pada organisme yang tidak tertarget.

Referensi :

Agius, C and Robert R.J., (2003), Melano-macrophage centres and their role in fish pathology, Journal of Fish Disease, Sep;26(9):499-509.

Oliveira, C. R., L.F. Fraceto, G.M. Rizzi, R.F. Salla, F.C. Abdalla, M.J. Costa and E.C. Mathias Silva-Zacarin (2016) Hepatic effects of the clomazone herbicide in both its free form and associated with chitosan-alginate nanoparticles in bullfrog tadpoles, Chemosphere 149 : 304-313

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *