Perusak Sungai Itu Adalah “ Kita ”

Sungai Sampean Bondowoso - Situbondo

Kali Sampean ini sepanjang alirannya jarang industri, tapi kenapa BOD nya sering tinggi ya?

Pertanyaan yang dilontarkan saat saya sedang enak-enaknya menikmati makanan lezat di sebuah resto yang sajiannya terkenal sedep dan suasananya instagrammable di bagian selatan Bondowoso. Saya jadi agak kaget dan tidak siap dengan pertanyaan penuh keheranan di atas. Daripada salah menjawab, saya putuskan diam saja dulu.

Tentang BOD (Biochemichal Oxygen Demand)

Oh ya, bagi Anda yang tidak berkecimpung di dunia lingkungan ataupun teknik kimia, BOD yang dimaksud tamu saya tadi adalah Biochemichal Oxygen Demand, angka yang menunjukkan sejumlah oksigen yang dibutuhkan untuk mengurai bahan-bahan organic yang ada di dalam air secara biokimia. Di Indonesia, parameter ini adalah parameter kunci yang turut menentukan kualitas air.

Sederhananya begini, ketika air sungai banyak mengandung bahan organik, maka angka BOD nya juga akan tinggi. Dari mana bahan organik masuk ke sungai? Secara alami dari dedaunan gugur  tumbuhan yang ada di sekitar sungai juga termasuk tumbuhan air yang telah mati, tumbuhan air dan segala sesuatu yang secara alami ada di sana. Tapi itu tak banyak kan ya. Lainnya? Dari human body waste alias buangan tubuh manusia yang dibuang ke sungai (feses misalnya), sampah domestik seperti limbah dapur, juga limbah dari industri khususnya industri makanan yang tidak terolah secara baik atau bahkan dibuang ke sungai tanpa melewati proses pengolahan sama sekali.

Lalu mengapa mengapa kita concern terhadap angka ini ? Sederhananya begini, ketika BOD tinggi, kebutuhan oksigen untuk mengurai bahan organik dalam air sungai tersebut juga tinggi. Sementara kelarutan oksigen dalam air ada pada batas tertentu. Ketika BOD tinggi oksigen dalam air jadi rendah. Dalam batas tertentu, rendahnya kadar oksigen dalam air akan membuat berbagai makhluk yang ada di dalamnya menjadi tidak dapat survive.

Sedangkan Kali Sampean atau Sungai Sampean adalah sungai yang mengalir dari Bondowoso hingga hilirnya di Kecamatan Panarukan Kabupaten Situbondo. Sungai ini adalah sasaran dari kegiatan pemantauan yang dilakukan instansi tempat saya mengabdi selama 15 tahun terakhir ini. Sungai ini juga yang menjadi objek penelitian untuk tesis saya. Di Indonesia, baku mutu BOD untuk air sungai, diatur dengan, PPRI 82 Tahun 2001, tentang Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air. Menurut regulasi tersebut baku mutu BOD untuk sungai kelas III seperti Sungai Sampean adalah 6 mg/l.

Benarkah BOD Sungai Sampean Termasuk Tinggi ?

Kali Penanggungan Kabupaten Bondowoso
Kali Penanggungan Kabupaten Bondowoso

Mengulang kembali pertanyaan dari tamu saya. Pertanyaan tak terjawab dari tamu saya tadi ingin saya tulis saja dalam bentuk blogpost. Setidaknya teman-teman juga mendapatkan gambaran tentang bagaimana kualitas air sungai menurun. Yang bukan saja akibat industry, namun coba kita lihat faktanya. Tapi sebelumnya mari kita cek, apakah statement bahwa BOD di sungai ini tinggi? Mari kita bandingkan beberapa data.

Pertama data sampling saya terhadap 10 titik di sepanjang sungai sampean dari hulu sampai hilir termasuk beberapa anak sungainya. Dari 10 titik tersebut, data yang saya dapat selama bulan Maret-Mei 2018 lalu, hanya 1 titik yang menunjukkan angka BOD melebihi baku mutu. Tapi melebihinya ekstrem banget. Jika baku mutunya 6 mg/l, maka yang terukur di lokasi sampling ini adalah 38 mg/l (rata-rata dari 2 kali pengambilan data).

Di tahun yang sama, data yang berasal dari pemantauan oleh Dinas Lingkungan Hidup dan Perhubungan Kabupaten Bondowoso menunjukkan angka BOD di 4 titik berkisar antara 9,2-19,9 mg/l. Dengan kata lain, keempat titik tersebut hasil pengukurannya melampaui baku mutu.

Sumber Pencemar di Sungai Sampean

Kira-kira apa penyebab tingginya angka BOD yang cukup tinggi dan melampaui baku mutu ini ?  Bondowoso adalah daerah yang bersifat agraris. Jarang sekali ada industri, kecuali home industry tahu yang memang banyak terdapat di sepanjang aliran sungai sampean. Memang sangat prematur untuk menyimpulkan bahwa home industry tersebut adalah penyebab tingginya BOD Sungai Sampean. Butuh studi lebih lanjut. Namun jangan lupa, limbah industry tahu tanpa pengolahan yang dialirkan ke sungai sangat mungkin menjadi pencemar.

Saya amati juga masih banyak aktivitas MCK di sungai, atau kegiatan MCK yang air limbahnya langsung dialirkan ke sungai. Sewaktu menyusur Sungai Sampean sepanjang Maret-Mei 2018 lalu saya juga menemukan kebiasaan masyarakat membuang sampah peternakan berupa kotoran ternak langsung ke badan air. Wah, inipun bisa menjadi penyebab tingginya angka BOD, lo.

Jadi ? Ya memang tak harus ada banyak industri besar untuk membuat sebuah badan air memiliki BOD tinggi. Karena memang sumber masuknya bahan organik tinggi ke air sungai memang bukan hanya industri besar, kok. Bahkan tubuh kita saja bisa menjadi sumber organik yang bisa melambungkan BOD air sungai.

7 thoughts on “Perusak Sungai Itu Adalah “ Kita ”

    1. Ya memang kesadaran menjaga lingkungan masih memprihatinkan. Saya sendiri juga sering melihat seperti itu, orang langsung membuang sampah ke sungai sambil mengendarai kendaraan bermotor 🙂

  1. Kalau musim kemarau gini sampah plastik di sungai jadi kelihatan, mbak, karena airnya menyusut.

    Pingin rasanya turun terjun ke sungai buat ngumpulin tuh sampah untuk dibakar.

    Kapan lagi bisa ngambilin sampah plastik dari sungai kalau ga kemarau kayak sekarang?

  2. Menghilangkan kebiasaan mayarakat untuk tidak membuang sampah di sungai gmn caranya ya?

  3. Melalui aspek edukasi (pembelajaran di sekolah, forum masyarakat, pesantren, dll), aspek reward (memberikan penghargaan ke komunitas, individu, institusi dll yang telah mengelola sampah dan menghilangkan kebiasaan membuang sampah di sungai, aspek punishment untuk semua pihak yang tetap bandel membuang sampah. Banyak sekali cara disesuaikan dengan kondisi lapangan, kultur dan lain-lain

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *